Selasa, 09 Juni 2009

Kasus Prita Mulyasari dan UU ITE

Kasus Prita Mulyasari, mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera Tangerang, dinilai bukan merupakan kesalahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

"Kasus Prita bukan salahnya UU ITE. Justru, UU ITE dibuat sebagai upaya untuk melindungi warga negara siapa pun dari fitnah atau pencemaran nama baik," kata Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Henry Subyakto di Jakarta, Rabu (3/6).

Henry mengatakan tidak ada hubungan antara UU ITE dan kebebasan pers atau kebebasan mengeluarkan pendapat. Hal tersebut diungkapkan Henry menanggapi wacana yang berkembang agar UU ITE dilakukan uji materi (judicial review) terutama Pasal 27 yang digunakan untuk menjerat Prita.

Pada UU ITE Pasal 27 ayat (3) disebutkan, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."

"Akan tetapi, itu hak masyarakat apabila ada yang ingin mengajukan judicial review UU ITE," katanya.

Menurutnya, hanya pengadilan yang bisa menentukan fakta yang diungkapkan Prita tersebut benar atau palsu. "Pengadilan yang harus membuktikan. Kalau ini sesuai fakta, maka bukan fitnah, asal sepanjang bukan disengaja," katanya.

Kasus Prita ini menjadi perhatian publik, lanjut Henry, karena ada unsur motherhood syndrome bahwa seorang ibu dengan dua anak ditahan, yang hal tersebut menimbulkan empati dari masyarakat.

"Problemnya ada pada penahanan sebagai penerapan hukum KUHAP. Kejaksaan tidak salah, hanya tidak bijak menerapkan hukum. Seharusnya Prita jangan ditahan dulu karena belum tentu melanggar UU ITE," katanya.

Menurut KUHAP, Kejaksaan memang berhak menahan seorang tersangka yang melanggar peraturan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Adapun pelanggaran terhadap Pasal 27 UU ITE diancam dengan enam tahun penjara.

Kasus pencemaran nama baik tersebut berawal ketika Prita menuliskan keluhannya dalam e-mail atau surat elektronik tentang pelayanan RS Omni kepada teman-temannya. Namun, isi dari surat elektronik tersebut tersebar hingga ke sejumlah milis sehingga membuat RS Omni mengambil langkah hukum.

Dalam gugatan perdata, Pengadilan Negeri Tangerang memenangkan pihak RS Omni Internasional sehingga Prita menyatakan banding, sedangkan dalam gugatan pidana yang akan mulai digelar di PN Tangerang Kamis (4/6), Prita terancam hukuman enam tahun penjara dan denda sebanyak Rp 1 miliar berdasarkan Pasal 27 UU ITE.

Poin- Poin Yang Terkait :

Ada beberapa poin terkait kasus ini yang perlu kita cermati bersama.

1. Pasal mengenai penghinaan atau pencemaran nama baik (defamation, tort) bukan hanya ada di UU ITE, melainkan ada dalam hampir semua undang-undang hukum positif di banyak negara, meski kebanyakan masuk ranah hukum perdata.

2. Dalam Islam ada anjuran “tinggalkanlah hal yang meragukan”, mungkin dalam hukum positif ada juga terminologi ini, saya belum memeriksa. Dalam hal ini kita selalu bersengketa soal kriteria mengenai pencemaran nama baik, penghinaan, dan lain-lain. Percayalah, kita tidak akan pernah menemukan kriterianya sampai kapanpun! Karena meragukan itulah justru dibuat perangkat hukum/larangan yang bersifat mengikat sebagai rambu-rambu agar kita berhati-hati.

3. Tidak ada seorang wargapun yang memiliki hak untuk menghakimi pihak lain tanpa melalui keputusan pengadilan.

4. Kritik sebaiknya ditujukan kepada praktik/tindakan, bukan individu-individu. Dan kritik sebaiknya bertujuan agar kejadian serupa tidak terjadi pada orang lain, bukan menebarkan kebencian atau aroma “balas dendam”.

5. Apakah betul Prita tidak melanggar UU ITE? Saya sendiri tidak berani mengatakan Prita bersalah atau tidak. Jika saya baca e-mailnya , ada beberapa poin yang sepertinya memang berpotensi terjerat delik dalam UU ITE.

Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi kita agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas ngeblog, bermilis, atau media-media publik lainnya.

Rabu, 13 Mei 2009

IT dan HUKUM

Kejahatan Internet Perburuk Situasi Ekonomi 2009

LOS ANGELS
- Kejahatan dunia seperti hacker dan spammer, lambat laun ternyata dapat memperburuk ekonomi di tahun 2009.

Dalam laporan McAfee terbaru diungkapkan, serangan kejahatan yang menyertakan virus, bisa membuat ekonomi melambat. Apalagi serangan tersebut mampu menyerang pengguna pribadi maupun pelaku bisnis.

McAfee menambahkan, perusahaan akan mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga perusahaannya dari kemungkinan buruk yang terjadi pada divisi IT mereka. Padahal ini tidak sejalan dengan kondisi ekonomi yang masih diterpa badai krisis.

"Serangan yang dilancarkan melalui internet, tentu membuat perusahaan mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan semacam penelitian di lab," terang juru bicara McAfee, Greeg Day, seperti yang dilansir Vnunet, Rabu (21/1/2009).

"Kami perkirakan serangan kejahatan di internet, akan makin menggila pada pertengahan tahun. Dan itu berdampak secara tidak langsung pada perekonomian," sambungnya.

Tahun 2009 juga menjadi tahun 'kebangkitan' dari USB dan CD, yang dapat mentransfer virus dari satu komputer ke komputer lain. Meski, USB lebih gampang untuk diatasi virusnya, McAfee memperingatkan agar perusahaan untuk terus waspada.

"Ancaman kejahatan yang dikelola secara indivudial, ternyata juga membahayakan pelaku bisnis dalam memecah kosentrasi".

KEJAHATAN KOMPUTER

1.Kejahatan Komputer
Kejahatan terhadap komputer dapat menimbulkan ancaman karena merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab terhadap sekelompok kecil pengguna komputer dan seseorang dapat mengambil keuntungan di akibatkan tersebut.

2. Kejahatan komputer pada bidang hukum
Dalam sebuah pembukaan hukum mengatakan bahwa kejahatan kompuetr meliputi acces dari dokumen penting dalam komputer (Digunakan oleh pemerintah federal) atau pengoperasian.

3. Contoh – contoh kejahatan komputer :

Pencurian uang, Virus komputer, Layanan pencurian, Pencurian data dalam program, Memperbanyak program, Mengubah data, Pengrusakan program, Pengrusakan data, Pelanggaran terhadap kebebasan, Pelanggaran trhadap undang – undang atau hukun internasional, Sistem informasi dan kejahatan komputer, Kejahatan terhadap komputer dan penjahat komputer merupakan tantangan utama terhadap perkembangan sistem informasi. Perkembangan sistem, serta sistem akutansi haruslah benyak memggunakan cara pengontrolan dan merundingkan sebelum sistem tersebut dibangun dan merawat sistem keamanaannya.


Minggu, 29 Maret 2009

HACKER

Mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untik memiliki kemampuan penguasaan sistem yang diatas rata-rata kebanyakan pengguna. Jadi, hacker sebenarnya memiliki konotasi yang netral. Hacker yang terkait erat dengan keahlian teknis dan senang memecahkan masalah serta melampaui batasan yang ada. Jika anda ingin tahu cara menjadi seorang hacker, hanya ada dua hal yang benar-benar relevan.

Ada sebuah komunitas, budaya saling berbagi informasi, dari kaum programmer ahli dan pakar jaringan yang melalui sejarah saat pertama kali minicomputer diciptakan dan awal mula eksperimen ARPAnet. Para anggota budaya ini asal sebenarnya istilah ’hacker’. Hacker yang membangun internet, hacker menciptakan sistem operasi UNIX hingga hari ini. Hacker pula yang menjadikan World Wide Web bekerja. Jika anda merupakan bagian dari budaya ini, jika anda berkontribusi didalamnya dan mereka mengenal anda serta menyebut anda seorang hacker, maka anda memang benar seorang hacker.

Pola pikir hacker tidak terbatas pada budaha software-hacker. Ada beberapa orang yang menerapkan sikap hacker tersebut pada hal lainnya, seperti elektronik atau musik – sebenarnya, disini anda dapat menemukan tingkat tertinggi dari ilmu pengetahuan atau seni. Sedangkan software hacker mengenal semangat juang ini dimanapun mereka berada dan menyebut diri mereka “hacker” juga – dan beberapa klaim bahwa dunia hacker tidak terbatas pada dimana mereka bekerja. Namun dalam dokumen ini kita hanya berfokus pada keahlian dan sikap para software hacker, dan tradisi saling berbagi yang mengawali istilah ‘hacker’.Adapula kelompok lain yang menyebut diri mereka hacker, namun sebenarnya tidak. Orang-orang ini (terutama dikalangan remaja) lyang melakukan kerusakan komputer dan membobol sistem telepon. Para hacker yang sejati menyebut mereka sebagai ‘cra cker’ dan tidak ada kaitannya dengan mereka. Hacker sejati menganggap cra cker adalah pemalas, tidak bertanggung jawab dan pandai, dan kemampuan yang mereka miliki hanya untuk membobol sistem keamanan tidak lantas menjadi mereka hacker sebagaimana halnya jika anda mampu menjalankan mobil juga tidak lantas menjadikan anda seorang insinyur otomotif. Sayangnya, banyak sekali para jurnalis dan penulis yang salah dalam menggunakan kata ‘hacker’ untuk menggambarkan cra cker; hal ini menodai citra hacker sejati.

Perbedaan dasar antar hacker dan cra cker: hacker membangun sesuatu, cra ckerlah yang merusaknya.Jika anda ingin menjadi seorang hacker, banyaklah membaca. Jika anda ingin menjadi seorang hacker, bacalah alt.2600 newsgroup dan bersiap-siaplah untuk melakukan 5 dari 10 perbuatan tercela setelah menyadari bahwa anda tidaklah secerdas yang anda kira. Dan itulah mengapa saya menggolongkan anda sebagai cra cker.

Sikap HackerHacker memecahkan masalah dan membangun sesuatu, dan mereka meyakini kebebasan dan saling membantu satu sama lainnya dengan sukarela. Untuk diterima sebagai seorang hacker, anda harus berperilakuk seolah-olah hal itu merupakan sikap anda sendiri. Dan untuk berperilaku seakan-akan anda memiliki sikap tersebut, terlebih dahulu anda harus meyakini kebenaran sikap tersebut.Tapi jika anda mengira menerapkan sikap hacker merupakan suatu cara untuk diterima dalam budaya hacker tersebut, anda salah besar. Menjadi orang yang memiliki sikap hacker sangatlah penting bagi anda – untuk membantu anda belajar dan terus termotivasi. Sebagaimana halnya seni penciptaan, cara paling efektif untuk menjadi seorang master adalah berpikir dan bertindak bahwa anda benar-benar seorang master – tidak hanya secara intelektual namun juga secara emosional.

Jadi, jika anda ingin menjadi seorang hacker, teruslah mengulang-ulang hal tersebut hingga anda benar-benar menjadi salah satu diantara mereka.

1. Dunia yang penuh pesona masalah telah menunggu untuk diatasi.Menjadi seorang hacker sangatlah menyenangkan, namun jenis kesenangan yang diperoleh membutuhkan banyak usaha. Usaha yang memerlukan motivasi. Kesuksesan seorang atlet memerlukan motivasi akan bentuk fisik yang bagus, yang mendorong mereka mengatasi keterbatasan fisik mereka.Sama halnya, untuk menjadi seorang hacker anda perlu keterampilan dasar dalam memecahkan masalah, mempertajam kemampuan dan melatih kecerdasan anda tanpa henti.Jika anda jenis orang yang seperti itu secara alami, anda perlu memiliki tujuan untuk menjadi seorang hacker. Dengan kata lain anda memerlukan semangat hacking yang tidak dirusak dengan mengumbar nafsu seks, uang dan cemoohan masyarakat.(anda juga harus mengembangkan ketekunan dalam belajar – mempercaya bahwa meskipun anda tidak mengetahui semua yang anda perlukan dalam memecahkan masalah, jika anda hanya mampu mengungkap sebagian dan belajar dari hal itu, anda telah cukup belajar mengatasi masalah dibagian berikutnya – dan seterusnya, hingga anda benar-benar berhasil).

2. Tak seorangpun harus mengatasi masalah dua kaliPemikiran kreatif sangatlah berharga, sumber dayanya terbatas. Tidak seharusnya mereka memboroskan waktu dengan masalah yang sama berulang-ulang disaat berbagai masalah baru telah menunggu diluar sana.Untuk berperilaku seperti seorang hacker, anda harus yakin bahwa waktu berpkir hacker lain sangatlah jitu – jadi nyaris merupakan tugas moral bagi anda untuk berbagi informasi, memecahkan masalah dan memberikan solusi lebih jauh agar hacker lainnya dapat mengatasi masalah yang baru ketimbang menghabiskan waktu pada masalah yang sama berulang-ulang.(Anda tidak perlu percaya bahwa anda harus memberikan seluruh produk kreatif anda, meski para hacker ada pula yang melakukannya untuk memperoleh respek dari hacker lainnya. Konsistensi nilai-nilai hacker untuk menjual produknya hanyalah sekedar untuk makan dan biaya sewa komputer. Konsistensi dalam menggunakan keahlian hacking anda untuk mendukung keluarga atau memperoleh kekayaan, tidak apa-apa sepanjang anda tidak lupa bahwa anda adalah seorang hacker.)

Cara Menjadi Seorang Hacker (bag 2)

3. Bosan dan kejenuhan adalah musuh utama.Kaum hakcer (dan orang-orang kreatif pada umumnya), semestinya tidak pernah menjadi bosan atau jenuh terhadap pekerjaan rutin, karena saat hal ini terjadi maksdunya mereka tidak melakukan apa yang mereka mampu lakukan – memecahkan masalah baru. Hal ini hanya akan menyakit perasaan setiap orang. Oleh karena itu bosan dan kejenuhan bukan hanya tidak diinginkan melainkan juga musuh utama.Untuk berperilakuk sebagai seorang hacker, anda harus percaya hal ini cukup untuk berada sejauh mungkin dari kebosanan, tidak hanya untuk diri anda sendiri namun juga bagi orang lain (khususnya hacker lainnya).(Terdapat beberapa pengecualian untuk hal ini. Para hacker terkadang melakukan sesuatu yang tampaknya berulang-ulang atau membosankan untuk memperhatikan dan melatih kejernihan pikirannya, bertujuan untuk mempertajam kemampuan atau mendapatkan beberapa pengalaman tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Namun dengan pilihan ini – tak seorang pun bisa memperkirakan kapan mereka terperosok dalam kejenuhan).

4. Kebebasan adalah hal yang baik.Kaum hacker pada dasarnya anti-penguasa. Setiap orang yang mencekoki anda denga pemikiran ala penguasa, pada umumnya memiliki beberapa alasan tertentu untuk melakukannya pula. Jadi sikap sok berkuasa harus dilawan dimanapun anda berada, untuk mengurangi jeratan yang melilit anda dan para hacker lainnya.(Hal ini tidak berarti melawan seluruh penguasa. Anak-anak perlu dididik dan kejahatan harus dicegah. Seorang hacker bisa menerima beberapa jenis kekuasaan yang bertujuan sama dengan yang dia inginkan daripada menghabiskan waktunya dengan menuruti tujuan lainnya. Namun adakalanya perlu dilakukan tawar-menawar, jenis penyerahan diri pada kekuasaan tidak akan pernah mereka berikan.)Para penguasa identik dengan penyensoran dan kerahasiaan. Mereka tidak pernah mempercayai ketulusan kerja sama dan berbagi informasi – mereka hanya menyukai ‘kerja sama’ yang dapat mereka kendalikan. Jadi untuk berperilaku sebagai seorang hacker, anda harus mengembangkan suatu kebencian terhadap penyensoran, kerahasiaan, dan penggunaan kekerasan atau tipu daya guna menghindari tanggung jawab. Dan anda harus bersedia bertindak berdasarkan keyakinan tersebut.

5. Sikap tidak menggantikan keahlian.Untuk menjadi seorang hacker, anda harus mengembangkan beberapa sikap ini. Tapi membatasi diri pada sebuah sikap tunggal tidak akan menjadikan anda seorang hacker, atau apapun yang menjadikan anda sebagai seorang atlet juara atau bintang tenar. Menjadi seorang ahcker memerlukan kecerdasan, latihan, dedikasi dan kerja keras.Oleh karena itu, anda harus belajar mempercayai sikap dan menghormati keahlian setiap orang. Kaum hacker tidak akan membiarkan pecundang membuang-buang waktu mereka, namun mereka menghormati keahlian – terutama keahlian hacking, keahlian apapun adalah baik. Keahlian membutuhkan keterampilan yang hanya beberapa master yang mampu, dan keahlian membutuhkan kecakapan yang terkait dengan sikap mental dan penjiwaan yang terbaik.

Minggu, 15 Maret 2009

Pemanfaatan Komputer Untuk Bidang Bisnis dan Perbankan

Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana komputer digunakan dalam bidang yang sering dijumpai di masyarakat.

1. Bisnis dan Perbankan
Dalam bidang bisnis, bahkan tidak hanya bisnis, menggunakan komputer untuk membuat dokumen-dokumen seperti kontrak, brosur, surat, laporan tahunan, manual prosedur, pernyataan kebijakan, dll. Dokumen disimpan, dipanggil kembali, diedit, dan didistribusikan oleh komputer dengan menggunakan program yang secara umum disebut pengolah kata (word processing). Memo yang sebelumnya ditulispada kertas dan didistribusikan oleh bagian surat via pos, sekarang ditulis pada komputer dan didistribusikan dengan model surat elektronik (email).

Penggunaan SIM (Sistem Informasi Management) diterapkan pada semua level manajemen yang ada, yaitu manajemen tingkat atas, tingkat menengah dan manajemen tingkat dasar. l

Perkembangan TI telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan dibidang layanan perbankan yang berbasis TI yang terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah. Contoh penggunaan ATM.

OSI (Open Systems Interconnection)

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.


Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak
protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan
protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan
model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
Pertumbuhan
Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah
Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam
TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Model Layer OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

“Open” dalam OSI

“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).





Rabu, 04 Maret 2009

Profile Saya

Nama : Christania Ratna Yuita
TTL    : Jakarta, 29-11-1988
Alamat : Jl. Bangka VII RT 013 RW 007 No.4, Jak-Sel 12720
Pekerjaan : Mahasiswa
Kampus : ABFII Perbanas Jakarta